Assalamu'alaikum bloggers..
halloo... perkenalkan saya newbie di dunia per blog-an ^^
Blog ini saya buat untuk menyalurkan hasrat menulis atas pemikiran2 yang udah lalu lalang di pikiran.. (hard disk penuh coy)..
jadi saya butuh media untuk menyimpan hasil pemikiran, pandangan, dan penelitian (kecil-kecilan) mengenai hidup yang saya lihat, dengar, dan rasakan...
Judul pertama tentang Full Time Mother or Working Mom..
Saya yakin ini pernah dialami hampir semua ibu atau calon ibu di luaran sana...
begitu halnya dengan saya..
Saya pribadi adalah wanita pekerja sebelum saya menikah,
Kemudian tahun 2010 saya menikah, tahun 2011 saya melahirkan seorang putri kecilyang menggemaskan.....
dan
jreeeeeeeng.....
muncullah gejolak-gejolak ingin menjadi ibu rumah tangga..
kenafaaa???
ya alasannya klasik, karena anak. pengen liat perkembangan anak,
takut dititipin ke orang trus anak kita di apa2in, pengen ada terus disisi anak,
pengen kita lah yang mendidik anak bukan pengasuh/penjaga anak..
tapi... masih khawatir kalau dah jadi ibu rumah tangga nanti kangen kerja,
gimana bayar cicilan, nanti cukup ga uang dari suami, masih nguliahin adik,
dan lain-lain..
Keinginan untuk menjadi ibu rumah tangga yang terbentur dengan keterbatasan itulah yang menjadikan saya pernah antipati kepada ibu rumah tangga (mohon maaf untuk ibu-ibu rumah tangga sa -Indonesia ya ^^).
-ah irt mah ngabisin duit suami aja, tinggal minta ga usaha
-ah irt mah kaya babu ya.. kerjain kerjaan rumah tangga
-ah irt mah ga keren, dasteran mulu tiap hari + bau bawang
dan pemikiran-pemikiran lainnya..
Pikiran itu selalu saya tanamkan untuk menjawab keterbatasan saya menjadi ibu rumah tangga seutuhnya (padahal mah pengen jadi bagian emak2 berdaster gendong anak beli sayur).
Sampai suatu ketika saat saya melahirkan anak kedua saya, seorang putra pada tahun 2015.
kembali lagi muncul keinginan untuk melihat perkembangan anak (karena ada sedikit penyesalan tidak sepenuhnya bisa melihat perkembangan anak pertama).
Tahun itu kebetulan saya berada di tahap otak lagi naek kelas (hehehehe)..
Saya mulai bertanya-tanya (lagi) pada diri saya sendiri..
apa bener pemikiran-pemikiran liar saya tentang irt?
kan saya belum pernah ngalamin? kenapa bisa mikir kaya gitu?
gimana kalau salah?
gimana kalau bener?
Pertanyaan2 saya hanya bisa dijawab dengan mengalaminya secara langsung.
oke, saya harus tau jawabannya...
saat itu pilihan saya tidak langsung mengundurkan diri dari tempat bekerja (masih khawatir gimana kalau kangen kerja.. hehe).
Jadi saya ambil keputusan untuk cuti kerja selama 2 tahun (Alhamdulillaah tempat saya bekerja membolehkan pegawai untuk mengambil cuti di luar tanggungan perusahaan selama maksimal 5 tahun tapi ga dapet gaji loh yaaa hehehehhe ).
Saya harus tau jawaban atas pertanyaan2 yang berputar-putar di otak saya..
Ga mau lagi berdasarkan asumsi, ga mau lagi men-judge ibu-ibu rumah tangga seenaknya,
harus mengalami sendiri, saya selalu inget kata2 mutiara di buku tulis sinar dunia waktu saya SD,
''You will never know, until you have tried" (Kamu tidak akan pernah tahu, jika tidak pernah tempe eh mencoba ^^)...
Jadilah saya yang sudah 8 tahun menjadi wanita pekerja memutuskan untuk trial sebagai ibu rumah tangga selama 2 tahun....
dan selama 2 tahun saya di rumah, mendidik anak2, membesarkan anak2, dan melihat langsung tumbuh kembang anak itu rasanya saya sangat menyesal tidak menjadi ibu rumah tangga dari dulu.. inilah nyaman yang sesungguhnya bagi seorang ibu..
terpatahkan lah asumsi2 irt yang selama ini tertanam dalam otak saya ini...
2 tahun yang saya lewati adalah 2 tahun terindah,, sampai saya harus kembali masuk ke dunia kerja karna jatah cuti sudah berakhir...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar